INERSIA.TV
Politik

Iran Tutup Selat Hormuz, Trump Ancam Serang Pusat Minyak Teheran "Buat Senang-senang"

Presiden AS Donald Trump menegaskan banyak negara siap mengamankan Selat Hormuz usai ditutup oleh Iran. Ia juga secara provokatif mengancam akan kembali membombardir fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg.

Iran Tutup Selat Hormuz, Trump Ancam Serang Pusat Minyak Teheran "Buat Senang-senang"

Presiden AS ke 47 Donald Trump Ancam Serang Pusat Minyak Teheran (Foto: jhusocial)

M. Azfar
M. Azfar Alawwabi
Intern Writter
Inersia.tv – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merespons tegas langkah Iran yang memutuskan untuk menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas komersial. Ia mengklaim bahwa banyak negara sekutu telah bersiaga penuh untuk segera mengamankan jalur pasokan minyak paling vital di dunia tersebut. Di tengah memanasnya krisis ini, Trump bahkan secara terbuka melontarkan ancaman provokatif untuk kembali menggempur pusat ekspor minyak utama milik Teheran.

Penutupan Selat Hormuz oleh otoritas militer Iran langsung memicu kepanikan luar biasa di pasar energi global. Jalur perairan strategis ini sangat penting karena menyalurkan sekitar seperlima dari total volume perdagangan minyak dunia setiap harinya. Menyadari dampak buruk tersebut, Amerika Serikat mendesak pembentukan operasi gabungan guna memulihkan keamanan pelayaran dan mencegah lonjakan harga energi yang ekstrem.

Selain menyiagakan pasukan maritim, Trump secara terang-terangan mengancam akan membombardir kembali infrastruktur energi Iran di Pulau Kharg. Ancaman mengerikan ini ia sampaikan pascaserangan udara dahsyat Amerika Serikat yang diklaim telah meluluhlantakkan sasaran militer di pulau tersebut. Secara kontroversial, sang presiden menyebut bahwa armada perangnya mungkin akan menyerang fasilitas itu beberapa kali lagi "hanya untuk bersenang-senang".

Pulau Kharg sendiri merupakan aset paling berharga bagi Republik Islam Iran dalam menopang perekonomian negara. Kawasan ini beroperasi sebagai pusat ekspor utama yang menangani pemuatan sekitar 90 persen minyak mentah nasional sebelum dikirimkan ke negara pembeli. Kerusakan masif pada fasilitas di pulau ini dipastikan akan melumpuhkan roda ekonomi Iran sekaligus mengguncang stabilitas pasar energi dunia secara keseluruhan.

Trump turut mengungkapkan bahwa pihak Teheran sebenarnya telah mencoba membuka jalur komunikasi untuk membahas kesepakatan damai. Namun, tawaran diplomatik tersebut ditolak mentah-mentah oleh Washington karena syarat yang diajukan Iran dinilai tidak masuk akal. Amerika Serikat bersikeras bahwa perundingan damai baru bisa terwujud apabila Iran bersedia menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklirnya secara total.

Konflik terbuka antara Amerika Serikat beserta sekutunya melawan Iran kini berada pada titik eskalasi paling mematikan. Ketegangan yang berujung pada penutupan Selat Hormuz ini diprediksi akan melahirkan krisis baru di bawah kepemimpinan tertinggi Iran yang baru. Seluruh dunia kini menahan napas menanti langkah lanjutan dari kedua kubu demi mencegah pecahnya perang energi berskala global.

Komentar ()

?

Anda harus login untuk menulis komentar.

BS

Budi Santoso

5 Mei 2023 pukul 10.30

Artikel yang sangat informatif. Saya jadi lebih memahami situasi ekonomi saat ini.

SR
Siti Rahayu
5 Mei 2023 pukul 11.15

Setuju, penjelasannya sangat jelas dan mudah dipahami.

AH

Ahmad Hidayat

5 Mei 2023 pukul 09.45

Saya rasa ada beberapa poin yang perlu diklarifikasi lebih lanjut, terutama mengenai dampak jangka panjang dari kebijakan ini.

Artikel Terkait

Iklan
Sidebar Advertisement