Ribuan Warga Padati Kirab Mahkota Binokasih, Gubernur Jabar Minta Maaf Imbas Macet | Bandung Raya | INERSIA.TV
Bandung Raya
Ribuan Warga Padati Kirab Mahkota Binokasih, Gubernur Jabar Minta Maaf Imbas Macet
Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Sumedang dan Bandung dipadati lautan warga hingga memicu kemacetan. Meski Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta maaf atas gangguan lalu lintas, acara ini terbukti sukses mendongkrak omzet UMKM dan sektor pariwisata.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menjadi pusat perhatian saat menunggangi kuda putih mengawal pusaka Mahkota Binokasih menuju Gedung Sate (Foto: Kompas.com/Faqih Rochman Syafei)
BANDUNG, Inersia.tv – Ribuan warga tumpah ruah memadati perayaan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran dan arak-arakan Mahkota Binokasih yang digelar di Sumedang hingga Kota Bandung. Kemeriahan festival warisan budaya Sunda ini sukses memutar roda perekonomian lokal meski sempat melumpuhkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menjadi pusat perhatian saat menunggangi kuda putih mengawal pusaka Mahkota Binokasih menuju Gedung Sate. Rute pawai sepanjang tiga kilometer dari Taman Kiara Artha Park tersebut seketika berubah menjadi lautan manusia yang antusias menyaksikan iring-iringan.Melihat kepadatan luar biasa yang berimbas pada lalu lintas jalan raya, pria yang akrab disapa KDM itu langsung menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Ia menyadari bahwa perhelatan akbar ini secara otomatis telah menghambat kelancaran mobilitas masyarakat di akhir pekan."Saya mohon maaf pasti ada yang terganggu lalu lintasnya, terganggu aktivitasnya," ucapnya.Meski demikian, KDM menegaskan bahwa pelestarian budaya ini membawa efek ganda yang sangat menguntungkan bagi pendapatan pelaku usaha. Pesta rakyat tersebut terbukti mampu menjadi wadah subur bagi kebangkitan pedagang kecil dan sektor pariwisata daerah."Potensi ekonomi pasti tinggi. Setiap kegiatan seperti ini juga melahirkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) baru. Ini kan tergolong mendadak, tahun depan Sumedang akan berdandan pasti potensinya akan jauh lebih baik," ujar KDM, sapaan akrab gubernur.Dampak positif ini turut diamini oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, yang melihat langsung lonjakan kedatangan wisatawan di wilayahnya. Tingkat hunian penginapan melonjak drastis hingga tidak menyisakan kamar kosong bagi para pendatang dari luar daerah."Hotel penuh, restoran penuh dan saya yakin UMKM di Sumedang senang dan berkembang. Terima kasih atas inisiasi kegiatan ini di Sumedang," tuturnya.Kegembiraan serupa juga dirasakan oleh para pedagang kaki lima yang berhasil meraup keuntungan berlipat ganda dari biasanya. Santi, seorang penjaja es teh di sekitar Alun-alun Sumedang, mengaku dagangannya ludes terjual dalam waktu yang sangat singkat."Alhamdulillah, kalau ada acara seperti ini penjualan naik banyak. Sering-sering saja acara seperti ini biar laku banyak," katanya.Selain faktor ekonomi, perayaan ini juga menyajikan hiburan sarat makna dengan menampilkan kekayaan seni dari 27 kabupaten atau kota di Jawa Barat. Acara ini semakin semarak berkat kehadiran 11 atraksi tamu dari provinsi lain, termasuk tarian Saman khas Aceh yang memukau penonton.Masyarakat menyambut baik inisiatif pemerintah dalam merawat kelestarian adat istiadat leluhur di tengah kuatnya arus modernisasi. Lilis, salah seorang warga yang datang bersama keluarganya, mengaku sangat terhibur dengan hadirnya rangkaian pawai tersebut."Seneng lihat acara budaya seperti ini, ajak anak sama suami nonton ke Alun-alun," ujarnya.Dukungan penuh juga disuarakan oleh Asep, perwakilan kelompok paguyuban lokal yang ikut hadir di lokasi kegiatan. Ia berharap agar festival kebudayaan ini dapat dijadikan sebagai agenda rutin tahunan untuk mengedukasi generasi muda."Setuju kalau diselenggarakan setiap tahun," tambahnya.