INERSIA.TV
Pendidikan

Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Akibat Tawuran di Cihampelas, Gubernur KDM Beri Peringatan Keras

Seorang siswa kelas XI meninggal dunia akibat dugaan insiden tawuran di Jalan Cihampelas. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Disdik menyerahkan pengusutan kasus ini sepenuhnya ke Polrestabes Bandung.

Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Akibat Tawuran di Cihampelas, Gubernur KDM Beri Peringatan Keras

Lokasi Pengeroyokan alm.Muhammad Fahdly Arjasubrata

M. Azfar
M. Azfar Alawwabi
Intern Writter
BANDUNG, Inersia.tv – Seorang siswa kelas XI SMAN 5 Bandung yang diketahui bernama Muhammad Fahdly Arjasubrata tewas usai diduga terlibat insiden tawuran. Peristiwa berdarah yang juga diwarnai dugaan pengeroyokan tersebut pecah di kawasan Jalan Cihampelas, Kota Bandung, sejak Jumat (13/3) malam hingga Sabtu dini hari. Menanggapi insiden tragis ini, Dinas Pendidikan Jawa Barat beserta jajaran pemerintah daerah menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM, turut menyoroti tragedi yang merenggut nyawa pelajar sekolah menengah atas tersebut. Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap perilaku anak-anak di luar jam operasional kegiatan belajar mengajar merupakan tanggung jawab mutlak dari pihak keluarga. Negara, melalui instansi sekolah dan pemerintah, hanya memiliki kewajiban untuk memastikan keamanan siswa selama mereka berada di lingkungan pendidikan.

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan bahwa insiden maut ini juga mencerminkan adanya pelanggaran komitmen pengawasan dari pihak orang tua siswa. Berdasarkan laporan yang ia terima, para wali murid sebelumnya telah menandatangani surat pernyataan bermeterai untuk melarang anak-anak mereka membawa kendaraan bermotor ke sekolah. Oleh karena itu, ia menilai sangat tidak adil apabila semua permasalahan kenakalan remaja di jalanan selalu dibebankan kepada pihak sekolah.

Walaupun menitikberatkan pada peran penting pengawasan keluarga, sang gubernur tetap mendorong adanya kolaborasi lintas sektor untuk menghentikan kekerasan pelajar. Ia memberikan apresiasi atas langkah tegas jajaran kepolisian dalam menangani bentrokan yang diduga kuat melibatkan oknum pelajar SMAN 5 dan SMAN 2 Bandung ini. Dedi sangat berharap penegakan hukum yang lebih ketat dapat segera diterapkan demi memberikan efek jera yang nyata.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah VII Disdik Jawa Barat, Asep Yudi, telah membenarkan identitas korban setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Ia menyatakan bahwa instansinya belum bisa menyimpulkan kronologi pasti mengenai pemicu insiden maut tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya memercayakan seluruh proses penyelidikan dan pendalaman kasus kepada tim penyidik Polrestabes Bandung.

Sejalan dengan langkah pemerintah daerah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 5 Bandung, Agus Ferdiana, menyatakan dukungan penuh terhadap pengusutan tuntas oleh penegak hukum. Pihak sekolah mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri dari menyebarkan spekulasi liar maupun video kejadian yang belum terverifikasi kebenarannya. Saat ini, fokus utama dari pihak sekolah adalah memberikan dukungan emosional kepada keluarga almarhum serta menyiagakan layanan konseling bagi siswa yang merasa terguncang.

Komentar ()

?

Anda harus login untuk menulis komentar.

BS

Budi Santoso

5 Mei 2023 pukul 10.30

Artikel yang sangat informatif. Saya jadi lebih memahami situasi ekonomi saat ini.

SR
Siti Rahayu
5 Mei 2023 pukul 11.15

Setuju, penjelasannya sangat jelas dan mudah dipahami.

AH

Ahmad Hidayat

5 Mei 2023 pukul 09.45

Saya rasa ada beberapa poin yang perlu diklarifikasi lebih lanjut, terutama mengenai dampak jangka panjang dari kebijakan ini.

Artikel Terkait

Iklan
Sidebar Advertisement