
Politik
Viral Joget Cuan MBG Rp6 Juta, Mitra Asal Batujajar Minta Maaf ke Prabowo hingga Lapor Polisi
Hendrik Irawan mengklarifikasi soal keuntungan Rp6 juta dari dapur SPPG dan meminta maaf ke Presiden Prabowo. Merasa difitnah, ia juga melaporkan dua akun medsos ke Polres Cimahi.

Hendrik Irawan mitra MBG viral
M. Azfar
M. Azfar Alawwabi
Intern Writter
BANDUNG, Inersia.tv – Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Hendrik Irawan, akhirnya buka suara usai video jogetnya viral di media sosial. Pria pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengambil langkah hukum.Sebelumnya, Hendrik terekam asyik berjoget di dapur SPPG dengan narasi meraup keuntungan hingga Rp6 juta per hari. Aksi tersebut berujung pada teguran keras hingga penangguhan (suspend) operasional dapurnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN).Menanggapi polemik yang terjadi, Hendrik mengunggah video klarifikasi dan meminta maaf atas kegaduhan tersebut. Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya sengaja mengolok-olok program prioritas pemerintah itu."Saya Hendrik Irawan memohon maaf pada netizen, saya tidak masalah dihujat setiap hari, dan saya tidak ada tujuan melecehkan program Bapak Presiden Prabowo Subianto," katanya.Hendrik turut meluruskan narasi soal keuntungan harian sebesar Rp6 juta yang ramai diperbincangkan publik. Ia menegaskan bahwa uang tersebut murni insentif, bukan hasil memotong jatah makanan bergizi untuk anak-anak."Jadi itu bukan kami dapat dari jatah MBG anak-anak, tapi itu insentif dari Pak Prabowo Subianto karena saya membangun dapur SPPG ini menggunakan uang saya sendiri. Saya tidak membangun SPPG ini menggunakan uang pemerintah," ujar Hendrik.Dalam klarifikasinya, ia juga secara khusus menujukan permohonan maaf kepada kepala negara."Saya pun mau mohon maaf kepada Bapak Presiden selaku simbol negara selaku pimpinan tertinggi," ucapnya.Di samping memberikan klarifikasi, Hendrik ternyata merasa dirugikan oleh pihak-pihak yang menyebarkan videonya dengan narasi yang dipelintir. Ia pun resmi melaporkan dua akun media sosial ke Polres Cimahi atas dugaan penyebaran video tanpa izin dan pencemaran nama baik."Saya hanya ingin mencari keadilan karena merasa dirugikan. Ada akun yang mengunggah video tanpa izin, dan ada juga yang mencaci maki tanpa dasar," kata Hendrik dalam unggahan di akun TikTok resminya, Minggu (22/3).Hendrik sangat mengapresiasi respons cepat dari jajaran kepolisian yang telah menerima laporannya. Sesuai arahan pihak berwajib, ia berencana melanjutkan proses hukum kasus ini ke tingkat Polda Jawa Barat pada Kamis (26/3) mendatang.
Baca Berita Lainnya
EkonomiJusuf Kalla Bantah Keras Danai Kasus Ijazah Jokowi, Siap Lapor Polisi
Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla membantah isu dirinya mendanai Roy Suryo sebesar Rp5 miliar untuk kasus ijazah palsu Jokowi. Merasa difitnah, JK akan melaporkan penyebar video tersebut ke Bareskrim Polri.
5 April 2026
EkonomiSensor Deteksi Bahaya, Kereta Cepat Whoosh Sempat Berhenti Mendadak di Kopo
PT KCIC membenarkan insiden berhentinya Kereta Cepat Whoosh di jalur layang Kopo akibat benda asing berupa seng yang terbang terbawa angin. Sistem sensor canggih berhasil mendeteksi ancaman secara dini.
5 April 2026Komentar ()
?
Anda harus login untuk menulis komentar.
BS
Budi Santoso
5 Mei 2023 pukul 10.30Artikel yang sangat informatif. Saya jadi lebih memahami situasi ekonomi saat ini.
SR
Siti Rahayu
5 Mei 2023 pukul 11.15Setuju, penjelasannya sangat jelas dan mudah dipahami.
AH
Ahmad Hidayat
5 Mei 2023 pukul 09.45Saya rasa ada beberapa poin yang perlu diklarifikasi lebih lanjut, terutama mengenai dampak jangka panjang dari kebijakan ini.
Artikel Terkait
Trending

Iklan
Sidebar Advertisement
