INERSIA.TV
Politik

Amerika Serikat dan Israel Serang Iran: Kegagalan Diplomasi Berujung Perang Terbuka

Operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam fasilitas strategis Teheran akibat kebuntuan negosiasi nuklir. Iran langsung merespons dengan menargetkan pangkalan militer lawan di Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel Serang Iran: Kegagalan Diplomasi Berujung Perang Terbuka

Bendera Iran dan Amerika Serikat (Foto: Pixabay/geralt)

M. Azfar
M. Azfar Alawwabi
Intern Writter
Inersia.tv – Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara berskala besar ke berbagai fasilitas strategis di Iran pada Sabtu (28/2/2026). Pasukan gabungan tersebut menargetkan program nuklir, sistem rudal balistik, serta pusat komando militer di ibu kota Teheran. Pemimpin Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa operasi militer bernama "Oper ation Epic Fury" ini bertujuan untuk melenyapkan ancaman eksistensial terhadap negara mereka. Langkah agresif ini langsung memicu eskalasi konflik tertinggi di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan mematikan ini bermula dari kegagalan negosiasi nuklir di Jenewa. Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menuntut pembongkaran permanen fasilitas nuklir Iran dan penghentian dukungan militer untuk kelompok proksi bersenjata. Republik Islam Iran menolak keras tuntutan tersebut karena mereka menganggapnya sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan negara. Para pengamat internasional juga menilai bahwa invasi ini merupakan hasil lobi panjang Israel selama dua dekade untuk menghancurkan kapasitas militer Teheran.

Serangan gabungan ini menimbulkan dampak kehancuran yang masif dan memicu aksi balasan seketika. Serangan udara Amerika Serikat dan Israel turut membombardir berbagai titik penting di luar pangkalan militer, termasuk kediaman Ayatollah Ali Khamenei dan sebuah sekolah dasar perempuan di Minab. Pasukan militer Iran kemudian merespons agresi ini dengan menembakkan puluhan rudal ke wilayah utara Israel dan berbagai pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk. Situasi darurat nasional langsung berlaku di Israel seiring penutupan penuh ruang udara mereka.

Perang terbuka antara ketiga negara ini berpotensi besar mengguncang stabilitas geopolitik dan ketersediaan energi global secara menyeluruh. Pemerintah Indonesia melalui instansi terkait mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia di kawasan Timur Tengah untuk selalu waspada. Masyarakat Indonesia di kawasan konflik wajib menggunakan aplikasi keamanan resmi dan terus mengikuti arahan keselamatan dari kedutaan besar setempat.

Komentar ()

?

Anda harus login untuk menulis komentar.

BS

Budi Santoso

5 Mei 2023 pukul 10.30

Artikel yang sangat informatif. Saya jadi lebih memahami situasi ekonomi saat ini.

SR
Siti Rahayu
5 Mei 2023 pukul 11.15

Setuju, penjelasannya sangat jelas dan mudah dipahami.

AH

Ahmad Hidayat

5 Mei 2023 pukul 09.45

Saya rasa ada beberapa poin yang perlu diklarifikasi lebih lanjut, terutama mengenai dampak jangka panjang dari kebijakan ini.

Artikel Terkait

Iklan
Sidebar Advertisement