Gunung Semeru Mengamuk Beruntun, Semburkan Asap 1.000 Meter dan Awan Panas | Nasional | INERSIA.TV
Nasional
Gunung Semeru Mengamuk Beruntun, Semburkan Asap 1.000 Meter dan Awan Panas
Gunung Semeru mengalami 21 kali erupsi dan meluncurkan awan panas sejauh 2,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan. Masyarakat dilarang keras beraktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak.
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali memuntahkan aktivitas vulkanik berupa rentetan letusan dan awan panas sejak Kamis (28/5/2026) malam hingga Jumat (29/5/2026) siang. (Foto: PVMBG)
LUMAJANG, Inersia.tv – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali memuntahkan aktivitas vulkanik berupa rentetan letusan dan awan panas sejak Kamis (28/5/2026) malam hingga Jumat (29/5/2026) siang. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut diketahui menyemburkan abu tebal setinggi satu kilometer dan meluncurkan awan panas guguran sejauh 2,5 kilometer.Berdasarkan pantauan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, letusan abu vulkanik terjadi secara berulang. Pos pengamatan mencatat aktivitas letusan itu berlangsung lebih dari dua puluh kali hanya dalam kurun waktu enam jam pada Jumat pagi.Petugas PPGA Semeru, Mukdas Sofian, membeberkan salah satu letusan paling signifikan yang memunculkan tiang asap menjulang tinggi."Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Jumat, 29 Mei 2026 pukul 09.43 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati 1.000 meter diatas puncak," kata Mukdas dalam keterangan tertulis.Sehari sebelumnya, tepatnya pada Kamis pukul 20.10 WIB, kawah gunung juga memuntahkan awan panas guguran yang mengarah langsung ke kawasan Besuk Kobokan. Fenomena alam ini diiringi oleh kepulan abu pekat yang bergerak dinamis mengikuti arah embusan angin di sekitar puncak gunung."Kolom abu condong bergerak ke arah tenggara dan selatan," kata Sigit Rian Alfian, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru.Meski rentetan letusan terus berlangsung, pihak berwenang belum mendapati adanya laporan kerusakan dari warga yang bermukim di lereng gunung. Namun, embusan angin yang mengarah ke barat laut berpotensi menyebarkan hujan abu vulkanik hingga menembus wilayah administratif Kabupaten Malang.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, membenarkan bahwa sejauh ini kondisi permukiman masih terbilang aman terkendali."Laporan dampak sementara nihil, belum ada laporan yang masuk, tapi kalau arah anginnya ke barat sepertinya hujan abu terjadi di sekitar Malang," ujar Isnugroho.Mengingat tingkat aktivitas yang masih sangat intens, Gunung Semeru kini ditetapkan berada pada status Siaga atau level III. Isnugroho memperingatkan masyarakat luas mengenai ancaman bahaya turunan berupa banjir lahar jika curah hujan kembali meningkat drastis."Secara jumlah letusan memang masih tinggi, ini bisa memicu banjir lahar dengan membawa material cukup banyak apabila terjadi hujan deras di sekitar gunung," kata Isnugroho.Pihak BPBD secara tegas melarang seluruh warga untuk beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer. Warga juga dituntut untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan apabila sewaktu-waktu terjadi peluapan material vulkanik di kawasan hilir."Waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru," pungkasnya.